IBX5980432E7F390 Inilah 16 Keutamaan Ramadhan yang Sangat Perlu Diketahui - Global MengaJi

Inilah 16 Keutamaan Ramadhan yang Sangat Perlu Diketahui

Inilah 16 Keutamaan Ramadhan yang Perlu Diketahui

Keutamaan Ramadhan


Bulan Ramadhan tahun ini telah datang menghampiri kita. Sudah sepantasnya kita mengetahui kehormatan tamu ini dan menempatkannya sesuai dengan kedudukannya. Sungguh banyak keistimewaan yang ada di dalam bulan puasa yang penuh berkah ini sehingga tidak dapat dirinci satu demi satu.

Namun demikian, setidaknya ada 16 keistimewaan dan keutamaan bulan puasa ini yang perlu kita ketahui. Penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Puasa adalah salah satu rukun Islam di mana Islam tidak tegak tanpa rukun tersebut. Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامِ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ وَالْحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ 
“Islam itu didirikan di atas lima perkara; bersaksi bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menuaikan haji, dan puasa pada bulan Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).



2. Pada bulan Ramadhan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam diutus dengan membawa risalah Islam bagi seluruh umat manusia.

3. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur`an. Allah Ta’ala berfirman,

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil)” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

4. Bulan Ramadhan adalah bulan yang mana pahala amal kebaikan dilipatgandakan dan derajat orang-orang yang berpuasa ditinggikan.

Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam pernah bersabda tentang keutamaan bulan Ramadhan yang berbunyi,

مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ 
“Barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah di dalamnya (bulan Ramadhan) dengan satu sifat kebaikan, maka ia seperti mengerjakan kewajiban pada bulan lain, dan barang siapa yang mengerjakan kewajiban di dalamnya ia seperti mengerjakan tujuh puluh kewajiban di bulan lain.” (HR. Ibnu Khuzaimah).

Dari jalur periwatan ini, hadits tersebut berstatus lemah. Namun disebutkan di sini sebagai pemacu semangat untuk beribadah.

5. Ramadhan menghapus dosa hingga Ramadhan berikutnya. Terkait hal ini, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ
“Shalat lima waktu, Jum’at hingga Jum’at berikutnya, dan Ramadhan hingga Ramadhan berikutnya, adalah sebagai penghapus dosa-dosa di antara semuanya, bila dosa besar ditinggalkan.” (HR. Muslim)

6. Puasa menjadi sebab dihapuskannya dosa. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ وَجَارِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلاَةُ وَالصَّوْمُ وَالصَّدَقَةُ
 “Dosa-dosa seorang laki-laki terhadap istri, harta benda, diri sendiri, anak, dan tetangga, dapat dihapus dengan puasa, shalat, dan bersedekah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

7. Puasa menjadi perisai dan pelindung dari api neraka. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ
 “Sesungguhnya puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba melindungi diri dari api neraka.” (HR. Ahmad). Hadits ini dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albani.

8. Bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi bagi Allah daripada aroma minyak kasturi.

9. Para malaikat memohon ampun untuk orang yang berpuasa sampai ia berbuka.

10. Allah menghias surga-Nya setiap hari di bulan Ramadhan, lalu berfirman,

يُوْشِكُ عِبَادِيَ الصَّالِحُوْنَ أَنْ يُلْقُوْا عَنْهُمْ الْمَئُونَةَ وَاْلأَذَى وَيَصِيْرُوا إِلَيْكِ
“Hampir saja hamba-hamba-Ku yang shalih terhindar dari musibah dan keburukan, kemudian mereka masuk ke dalammu (surga).” (HR. Ahmad)

11. Ramadhan merupakan bulan kesabaran. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).

12. Pada bulan Ramadhan ini setan dibelenggu, pintu surga dibuka, dan pintu neraka ditutup. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda
إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِيْنُ
“Apabila masuk bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu jahannam ditutup, dan setan-setan dirantai.” (Al-Bukhari dan Muslim).

13. Di dalam bulan Ramadhan terdapat malam kemuliaan, yaitu lailatul qadar yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang terhalang mendapatkan kebaikannya, maka ia telah terhalang dari kebaikan yang besar.

Keterangan mengenai hal ini dapat kita baca dalam Surat Al-Qadr.
14. Orang yang berpuasa akan diampuni pada malam terakhir bulan Ramadhan.

15. Allah Ta’ala memiliki hamba-hamba yang Dia bebaskan dari neraka, Dia mengeluarkan mereka setiap malam pada bulan Ramadhan.

16. Seorang yang berpuasa memiliki doa yang dipenuhi dan tidak ditolak. Terkait hal ini Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ 
“Ada tiga doa yang tidak ditolak; doa seorang ayah, doa orang yang berpuasa, dan doa orang yang sedang dalam perjalanan.” (HR. Al-Baihaqi).

Wahai saudaraku seiman, bulan dengan keistimewaan dan keutamaan sedemikian, bagaimana kita menyambutnya? Dengan acuh, main-main, begadang dan terus dalam kelalaian? Atau, merasa sesak dan berat menghadapi kedatangannya dan bergembira begitu hari-harinya berlalu?

Tidak demikian! Seorang hamba shalih menyambut bulan Ramadhan dengan taubat nashuha (taubat yang sesungguhnya), kesungguhan tekad untuk memanfaatkan kehadirannya, dan memenuhi hari-harinya dengan amal shalih.

Sejatinya, seorang muslim yang mencari pahala selalu menggunakan waktu di bulan puasa ini dengan maksimal, mulai dari bangun pagi hingga tidur lagi di malam hari.

Di antara amalan yang perlu diperbanyak adalah membaca Al-Quran, berzikir, bershalawat kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, shalat sunnah dhuha, shalat sunnah rawatib, bersedekah, berinfak, dan lain sebagainya.

Jika tidak kita manfaatkan sebaik-baiknya, maka sungguh kita termasuk orang yang merugi. Sebab, belum tentu bulan Ramadhan tahun depan bisa kita temui seperti sekarang ini. Belum tentu pula umur kita akan sampai pada bulan Ramadhan berikutnya.

Oleh karena, marilah kita perbanyak ibadah kita di bulan yang mana amal kebaikan dilipatgandakan oleh Allah Ta’ala.

Semoga kita termasuk di antara hamba-hamba Allah yang senantiasa mengisi bulan puasa Ramadhan ini dengan banyak ketaaan hingga akhirnya mendapatkan prediket takwa di sisi Allah Ta’ala. Aamiin Allahumma Aamiin.

Demikian dikutip dari kitab Arba’una Darsan Liman Adraka Ramadhan karya Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim.

Sumber: BersamaDakwah

Berlangganan Untuk Mendapatkan Artikel Terbaru:

0 Komentar Untuk "Inilah 16 Keutamaan Ramadhan yang Sangat Perlu Diketahui"

Posting Komentar